Minggu, 23 Agustus 2020
Simpang Lima Purwodadi menjadi saksi dingin nya ice-cream seperti dinginnya sikap mu diawal itu. Entah mengapa kamu begitu dingin seperti ada sesuatu yang kau tutupi. Apakh itu? Aku pun bertanya-tanya dalam batin ku. Memang sgfdemua salah ku yang ingin mengajak mu main ke pantai tetapi tidak terlaksana justru aku pergi sama kawan ku.
Rasa dingin diawal tak terlalu lama akhirnya mencair laksana es yang terkena panas terik matahari. Aku pun bersyukur atas nikmat Allah yang luar biasa karena telah mencairkan suasana hati mu. Engkau yang kini semakin dewasa dapat berpikir panjang, lebih jernih lagi dalam bersikap membuat ku sangat bahagia dan bangga. Semoga engkau semakin baik lagi dan semoga memang engkau yang terbaik buat ku di dunia dan akhirat nnti
Aku memang tak pandai bercerita atau merangkai kata. Aku hanya bercerita apa adanya mengalir seperti air sampai waktu pun berlalu tanpa terasa sudah cukup sore. Kita pun bergegas untuk pulang karena memang sore itu aku harus balik ke semarang lagi untuk mencari rizqi untuk masa depan kita

We u we
ردحذفإرسال تعليق